ANTARA SURGA ATAU NERAKA

by samuelyasa


Matius 25:31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. . . . . . . . 46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Beberapa tahun yang lalu kita sempat dihebohkan dengan pengalaman seorang wanita yang diberikan pengalaman spiritual secara khusus, yakni di bawa “jalan-jalan” untuk melihat surga dan neraka. Bahkan ia diijinkan oleh Tuhan melihat mamanya (sudah meninggal) sedang tersiksa di neraka, padahal ia mengenal mamanya sebagai orang yang baik, tetapi mengapa ia masuk neraka? Sang pemandu mengatakan bahwa hal itu terjadi karena mamanya tidak menerima Tuhan Yesus.

Terlepas dari benar dan tidaknya kesaksian wanita ini, setidaknya orang Kristen harus memiliki sebuah keyakinan yang teguh bahwa surga dan neraka memang benar-benar ada. Sebuah keyakinan yang setidaknya mengingatkan kita adanya pertanggung jawaban atas kehidupan ini dan segala keputusan yang telah kita ambil di dalamnya. Dan berarti itu bukan semata-mata apa yang dilakukan oleh manusia lahiriah saja, tetapi sejujurnya lebih banyak ditentukan oleh kualitas kerohanian seseorang, tepatnya apakah ia telah mengenal & menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja di dalam kehidupannya.

Adanya surga dan neraka setidaknya mengingatkan kita bahwa manusia yang Tuhan ciptakan ini memiliki dimensi roh. Sebuah dimensi di mana kehidupan manusia menjadi memiliki arti dan mencapai optimalisasi-nya, dan mencapai tujuannya sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan.

DOA Kami sering menjalani hidup seolah-olah surga & neraka tidak ada.