ESENSI YANG BERBEDA

by samuelyasa


2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Dalam pelayanan perkunjungan atau perjamuan kudus keliling kepada jemaat usia lanjut, tidak jarang TUHAN memberikan penghiburan & sukacita tersendiri. Khususnya tatkala melihat para lansia dengan semangat spiritual-nya yang dapat kita rasakan; ketika mendengar kesaksian-kesaksian yang mereka sampaikan, atau yang disampaikan oleh anggota keluarga yang lain tentang orangtua atau kakek nenek mereka ini.

Gereja-2 Tuhan mendapatkan berkat tersendiri melalui kehadiran kaum lansia, disadari atau tidak, gereja ditopang-oleh doa-doa, yang rata-rata didominasi oleh kaum ini. Melihat hal ini semua, maka setidaknya kita dapat meng-AMIN-kan kebenaran ayat ynag dituliskan oleh Paulus ini. Ada beberapa komentar yang dapat dibangun dari bacaan hari ini, antara lain:

“Ya kodratnya memang demikian, ketika manusia secara lahiriah sudah tidak mampu melakukan apa-apa lagi, hal yang masih mungkin mereka kerjakan adalah mendekatkan diri dengan Tuhan. Coba saja ketika mereka masih mampu, rasanya sulit untuk mengandalkan Tuhan!”
Kondisi manusia batiniah tidak selalu berbanding lurus, tetapi lebih banyak berbanding terbalik dengan kondisi manusia lahiriah. Sudah sewajarnya kondisi manusia lahiriah semakin merosot, maka tantangannya, apakah kita bisa menjaga agar sewajarnya kondisi manusia batiniah ini semakin hari semakin dibaharui?
Setidaknya kita dipahamkan bahwa manusia secara gambaran besar terdiri atas manusia lahiriah dan manusia batiniah. Dengan manusia batiniah-nya ini-lah sesungguhnya manusia dapat meningkatkan kualitas hubungan dan pengenalannya kepada Tuhan, sekalipun sudah tidak mampu melayani dengan maksimal dengan manusia lahiriah-nya.
DOA Tiba waktunya aku tidak dapat melayani-Mu dengan segenap kekuatan manusia lahiriahku yang semakin hari akan semakin lemah, tetapi senantiasa perbaharuilah manusia batiniahku.