ROHANI, ADA LATIHANNYA

by samuelyasa


1 Timotius 4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Pada abad ke-21 ini nampaknya kesadaran manusia terhadap permasalahan-permasalahan fisik semakin meningkat, khususnya masalah kesehatan. Pola hidup sehat menjadi topic pembicaraan yang selalu hangat, yang melingkupi banyak aspek di dalamnya. Ada aspek asupan makanan-nya, ada aspek istirahat-nya, ada aspek olah raga-nya, ada aspek managemen stress-nya, dan aspek-aspek yang lainnya. Hal ini sangat baik, paling tidak manusia belajar mempertanggung jawabkan kehidupan-nya, dan dengan tidak sembarangan mengurus fisiknya.

Betapa baik-nya perhatian yang diberikan kepada fisik atau hal-hal yang bersifat badani, Paulus mengatakan bahwa hal itu terbatas. Ada keterbatasan secara fisik itu sendiri, di mana manusia tidak mampu menghentikan usia dan ke-tua-annya. Bagaimanapun manusia memiliki kapasitas yang terbatas, dan harus diakui bahwa manusia memiliki kapabilitas yang terbatas juga. Ada keterbatasan secara waktu, karena tidak dapat menjangkau masa kekekalan (hidup yang akan datang).

Ada sebuah pertanyaan yang seharusnya kita ajukan, apakah manusia juga tertarik untuk melatih rohaninya, sebesar niatnya untuk melatih fisiknya? Bila tidak, mengapa manusia lebih tertarik mengupayakan sesuatu yang dianggapnya bermanfaat untuk kehidupan sekarang ketimbang melatih untk kehidupan yang akan datang sementara manusia tahu hidup ini sangat terbatas?

Perenungan. Ketika kita melakukan dosa, kita mohon pengampunan Tuhan; ketika kita tersesat, kita mohon pimpinan & jalan keluar dari Tuhan; ketika kita rusak hubungan, kita memohon Roh Kudus-Nya memulihkan kembali hubungan kita. Kita sering memahami kehidupan rohani dengan hal-hal demikian. Itu tidak salah, itu baik dan seharusnya. Tetapi itu dapat diumpamakan seperti orang yang sakit & terluka dan segera mencari obatnya. Tahukan anda bahwa Alkitab sejujurnya mengajarkan kita untuk memiliki pola hidup sehat secara rohani, dengan latihan-2 yang telah diinstruksikan kepada kita sebagai langkah preventif, bukan kuratif. Jangan menunggu terluka baru kita mencari Tuhan.