TUBUH + (JIWA) + ROH = MANUSIA

by samuelyasa


Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kejadian 3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Salah satu anak kami ingin dibelikan mainan, dan ia menunjuk se-paket mainan plastisin (lilin malam) dengan beberapa cetakan-nya. Suatu hari ia menunjukkan karya hasil olahannya, yakni ice cream dua rasa (baca: dua warna, karena saya yakin rasanya sama, yakni rasa lilin), tentu saja terbuat dari plastisin yang dimintanya beberapa hari sebelumnya. Saya berkomentar untuk memberinya apresiasi.

Betapapun persis-nya penampakan yang saya lihat terhadap ice cream rasa plastisin buatan anak kami, itu tetaplah mainan, bukan ice cream sesungguhnya. Pada saat ini dapat kita temukan dengan mudah berbagai replica yang dijual di beberapa toko, bahkan yang dibuat dengan bahan-bahan yang sangat “mutahir” yang sulit bagi kita untuk membedakan mana yang asli dan mana yang replica. Bila hanya mengandalkan indra peraba dan penciuman maka kemungkinan kita akan tertipu, karena replica-2 ini memiliki tekstur dan aroma seperti aslinya. Pendek kata kita akan terkesima dengan karya-karya kreatif seperti ini.

Berpijak dari karya manusia menciptakan replica-2 seperti itu, maka seharusnya kita kagum dan takjub dengan apa yang Allah lakukan untuk menciptakan manusia, termasuk anda & saya. Alkitab menjelaskan bahwa IA menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas kehidupan sehingga manusia menjadi makluk hidup. Mungkin kita akan berkomentar “betapa simple-nya.” Ya benar! Memang simple bagi Allah yang Maha kuasa. Sementara kita yang diciptakan tetap tidak pernah mampu menyingkapkan hasil karya-Nya, secara badani saja ilmu kedokteran yang termodern-pun belum tentu dapat menjelaskan dengan detail apa, mengapa dan bagaimana dengan setiap organ dalam tubuh manusia. Apalagi untuk memahami roh kehidupan yg Tuhan berikan.

Perenungan. Pernahkah kita pikirkan, bahwa tanpa hembusan nafas hidup, sesungguhnya kita tidak lebih dari sebuah replica semata.