YANG TERBESAR ADALAH KASIH

by samuelyasa


“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Kor. 13:13)

Suami dan anak saya senang sekali makan fuyunghai. Saya juga senang memasaknya karena sangat mudah. Selain itu bahan-bahan yang dibutuhkan pun bisa divariasikan. Jika tidak ada suatu bahan tertentu, menu ini tetap bisa dibuat. Kunci penting dalam membuat fuyunghai adalah telur. Tanpa telur, maka menu ini tidak akan dapat dibuat. Tentu saya tidak bermaksud mengajak anda untuk memasak. Tetapi melalui gambaran ini saya ingin mengajak Anda untuk melihat betapa pentingnya kasih di dalam penggunaan karunia rohani. Orang percaya mungkin bisa memiliki karunia rohani yang bermacam-macam, ia juga mungkin bisa mengembangkan karunia yang ada pada dirinya dengan sedemikian rupa, namun jika tanpa kasih maka tujuan dari pemberian karunia rohani itu tidak bisa tercapai sebagaimana mestinya. Paulus berkata, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna” Dari perkataan ini Paulus menekankan bahwa tanpa kasih, maka segala karunia rohani itu akan menjadi sia-sia. Paulus mengatakan bahwa segala karunia rohani itu bisa berlalu dan berakhir, hanya kasih yang tidak akan berakhir, sebab kasih itu kekal, sebagaimana Allah yang adalah kasih bersifat kekal. Kasih tidak bisa dilepaskan dari pribadi Allah yang kekal. Kasih yang dimaksud di sini adalah kasih agape, kasih ilahi. 1 Korintus 13:4-7 menggambarkan seperti apakah kasih yang ilahi itu. Jika kasih yang sedemikian hadir dengan nyata di tengah-tengah penggunaan karunia rohani maka tidak akan terjadi yang namanya pementingan diri sendiri, kesombongan, cemburu dan iri hati, dan banyak masalah lain. Jika saja kasih agape ini sungguh-sungguh kita miliki, saya dapat membayangkan betapa efektifnya penggunaan karunia rohani di dalam pelayanan untuk membangun tubuh Kristus. Tidak menjadi penting berapa banyak karunia yang kita miliki. Yang jauh lebih penting dari itu adalah apakah kita memiliki kasih kepada Allah dan sesama, sehingga kasih itu bisa menjadi dasar dari pelayanan karunia rohani. Nix’z

About these ads