MANUSIA: MANDATARIS ALLAH

by samuelyasa


1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.         Kejadian

 

Saat ini para pemimpin di negara kita  saling merebut kekuasaan, berusaha untuk menjatuhkan lawan, saling mengincar “kedudukan” satu dengan yang lainnya. Saling menghianati bukan lagi barang baru,yang terpenting bagaimana keinginannya tercapai. Pada dasarnya semua akhirnya berbicara tentang masalah kekuasaan,seolah-olah itu menjadi kebutuhan primer, yang harus, dan tidak boleh tidak!!

Sebenarnya tidak perlu terjun dalam kancah “politik” untuk mendapat gelar dan kedudukan “Penguasa,” karena itu sudah dimiliki oleh setiap kita. Sebuah pemberian dari Allah, yang bukan hanya bersifat lokal tetapi penguasa atas seluruh bumi, seluruh ciptan, semua tumbuh-tumbuhan. Sayangnya mandat ini hanya menjadi sebuah pengetahuan atau sekedar bacaan, kebanyakkan kita lupa memaknai dengan tepat sehingga banyak tugas dan tanggung jawab tidak terkerjakan dengan baik. Bukannya menjadi pengusaha yg mengelola melainkan yang merusak, yg egois. Mandat Allah bagi manusia itu luar biasa. Sebagai penerima mandate (mandataris} berarti kita dipercaya dan mewakili Allah. Di sinilah letak salah satu kemuliaan manusia sbg ciptaan-Nya.                                -hp

About these ads